Masjid Buka 24 Jam, Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?

Walikota Bengkulu, Bapak Helmi Hasan, membuat gebrakan baru yaitu mengeluarkan surat edaran yang sedikit mengejutkan bagi beberapa pihak. Surat edaran itu ditujukan kepada seluruh pengurus masjid kota Bengkulu dan ketua dewan masjid kota mengenai himbauan membuka masjid 24 jam. Surat edaran Walikota Bengkulu nomor 451/266/SE/B.III/2019 tertanggal 26 Juli 2019 ini berbunyi, “Pemerintah Kota Bengkulu dengan ini menghimbau agar seluruh Masjid di Kota Bengkulu dibuka selama 24 Jam dengan memperbanyak amalan-amalan sebagai berikut: 1. Amalan Dakwah Ilallah, 2. Amalan Taklim wa Taklum (belajar & mengajar), 3. Amalan Zikir & ibadah 4. Amalan khidmat (pelayanan masyarakat)”.

Sebenarnya aku tidak kaget lagi dengan berita ini. Kenapa? Karena aku sudah pernah tinggal di daerah yang rata-rata masjidnya selalu buka 24 jam, yaitu di daerah Riau. Rata-rata masjid di daerah Riau merupakan masjid yang megah dan sangat diperhatikan oleh pihak pengurus. Kalau kita berkunjung ke Riau, kita akan terkagum-kagum dengan keadaan masjid di sini, mulai dari kondisi fisik sampai manajemennya. Dan yang paling penting, kebanyakan masjid di Riau selalu buka 24 jam. 

Berikut kelebihan masjid yang dibuka 24 jam,

1. Bukan sekedar dijadikan tempat sholat
Saat ini, kebanyakan masjid langsung ditutup ketika selesai adzan dan sholat berjamaah. Aku sendiri pernah merasakannya sewaktu hendak sholat dan mampir ke masjid, tetiba penjaga masjid menyuruhku untuk cepat-cepat sholat karena masjid akan dikunci. Alhasil, sholatku jadi terburu-buru. Bagiku, fungsi masjid sendiri bukanlah sekedar tempat sholat, tapi juga sebagai tempat berzikir, itikaf, sharing ilmu, belajar, serta bersosialisasi. Di beberapa masjid yang bagus, hal ini sudah lumrah kutemui. Bahkan disana juga ada kegiatan ekonominya seperti koperasi syariah dan penjualan barang-barang muslim seperti pakaian, parfum, cd tilawah Al Quran, buku-buku islami, dan lain sebagainya.

2. Memudahkan musafir untuk beribadah dan istirahat sejenak
Pengalaman mengajarkan kepadaku bahwa masjid yang buka 24 jam merupakan masjid yang terbaik, karena masjid ini akan sangat terbuka menerima musafir. Kita pernah dalam perjalanan yang sangat jauh beberapa hari. Saat tiba waktu isya kita masih di hutan, sampai di pemukiman pukul 20.30 dan ingin solat. Masuk ke halaman masjid, rupanya pintu masjid sudah dikunci. Yang bisa dimasuki hanyalah toilet dan tempat wudhu. Akhirnya kita solat di teras masjid. 
Andai saja setiap masjid di pinggir jalan lintas buka 24 jam, maka akan sangat terasa kebermanfaatannya.

3. Membuat kesan bahwa masjid sangat terbuka dalam hal pelayanan
Ada yang bilang masjid merupakan rumah Tuhan. Alangkah indahnya jika Tuhan selalu welcome menerima hamba-Nya yang ingin mampir kerumah-Nya, sekedar beribadah sholat, beristirahat, bahkan mungkin untuk berbagi dengan sesama, baik itu ilmu maupun harta. Rumah pelayanan yang bisa didatangi siapa saja namun tidak keluar dari fungsi rumah itu sendiri, merupakan rumah pelayanan idaman. Begitupun dengan masjid, semakin baik pelayanan dalam masjid, maka semakin banyak orang yang datang karena sudah merasa nyaman. Hakikatnya masjid adalah sebuah ruang pelayanan, yaitu sebuah tempat yang melayani umat muslim untuk beribadah. Dan ini juga sangat tergantung dengan manajemen kepengurusan masjid tersebut.

Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan untuk membuka masjid 24 jam? 

1. Keamanan
Beberapa hal yang kupikir menjadi penyebab dari kebanyakan masjid lebih sering dikunci daripada terbuka 24 jam adalah kurangnya keamanan atau penjagaan di dalam wilayah masjid itu sendiri. Masjid yang terbuka namun kurang keamanannya, sering dijadikan target pencurian oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti mencuri kotak amal, sound system, ataupun barang-barang berharga milik masjid yang lain. Ada juga yang mencuri kendaraan bermotor milik orang yang sedang beribadah di masjid, bahkan ada yang mencuri hp ketika empunya sedang lengah, dan yang paling sering adalah mencuri sandal. Untuk itu, jika ingin membuka masjid 24 jam, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah keamanannya. Beberapa masjid bagus yang pernah kudatangi, memiliki satpam yang siap menjaga masjid tersebut.

2. Kebersihan
Selanjutnya, mengenai kebersihan masjid. Masjid yang buka 24 jam otomatis akan sering dikunjungi oleh masyarakat. Baik itu masyarakat lokal, maupun musafir. Dengan banyaknya kunjungan, maka akan semakin berkurang juga kebersihan masjid. Mulai dari sampah, sampai jejak kaki yang kotor. Begitu juga dengan kebersihan fasilitas ibadah seperti sajadah dan mukena serta fasilitas toilet dan tempat wudhu. Maka dari pihak pengurus masjid itu sendiri diharapkan untuk memiliki petugas kebersihan yang siap membersihkan masjid setiap harinya. Dan tak lupa pula membuat peraturan untuk pengunjung masjid yang mesti ditaati agar kebersihan masjid tetap terjaga.

3. Kelengkapan Fasilitas
Semakin sering dikunjungi, semakin panjang waktu dibuka, maka akan semakin banyak fasilitas yang dibutuhkan di dalam masjid. Tentunya yang pertama adalah fasilitas ibadah, seperti sajadah, mukena, sarung, Al Quran. Tempat wudhu, air yang bersih, bahkan kamar mandi jika ada musafir yang datang dari jauh dan ingin mandi. Persediaan air minum, rest area, tempat penitipan barang, tempat penitipan sandal, dan lain sebagainya.

4. Kegiatan di dalam masjid
Masjid yang kegiatan di dalamnya aktif, akan selalu mengundang orang untuk mendatangi masjid tersebut. Semisal kegiatan yang paling sederhana, yaitu ajakan untuk melaksanakan pengajian mingguan. Atau belajar mengaji bagi anak-anak setiap sore. Sesekali mendatangkan penceramah dari luar, bisa juga dengan mengaktifkan IRMAS, kegiatan ibu-ibu, dan lain sebagainya.

5. Kenyamanan di wilayah masjid
Kenyamanan di wilayah masjid merupakan hal yang penting agar masjid selalu dikunjungi. Seperti misalnya menanam pohon-pohon rindang di sekitar halaman masjid, membuat kolam ikan, ataupun taman-taman kecil. Semakin nyaman suasana di sekitar masjid, maka semakin banyak pula yang akan berkunjung kesana. Hal ini justru akan menarik orang-orang untuk datang dan mencintai masjid, serta lebih nyaman dalam melakukan hal-hal positif seperti beribadah dan belajar di masjid.


Beberapa masjid yang pernah kukunjungi dan bagus untuk dijadikan percontohan,

1. Masjid An Nur Pekanbaru, Riau
Masjid An Nur merupakan Taj Mahalnya warga Riau. Masjid ini merupakan salah satu masjid terbesar dan termegah di Indonesia. Masjid An Nur berlantai 3 dan memiliki halaman yang sangat luas. Di halaman masjid ini terdapat kolam yang lumayan luas, halaman dengan rumput hijau dan pohon kurma, lapangan, serta tempat parkir yang juga sangat luas. Biasanya ketika sore banyak yang menjadikan halaman masjid sebagai tempat bersantai bersama keluarga, ada juga yang joging. Gerbang masjid An Nur dijaga oleh satpam dan ada tukang parkirnya juga. Tempat wudhunya juga sangat luas. Di masjid ini terdapat fasilitas pendidikan, mulai dari playgroup, SD, SMP, dan SMA.

2. Masjid Al Ihsan Islamic Center Bangkinang, Riau
Peraturan di dalam wilayah Masjid Al Ihsan
Masjid ini merupakan masjid ternyaman yang pernah kukunjungi. Pertama datang kesini waktu aku dan teman akan kembali dari jalan-jalan ke candi Muara Takus. Masjid ini dijaga ketat oleh satpam. Bahkan, sewaktu masuk masjid, aku langsung di tegur oleh satpam karena menggunakan jeans. Aku langsug diberikan rok mukena oleh satpam tersebut. Masjid ini merupakan serambi mekahnya warga Riau. Di dalam masjid terdapat LCD besar tepat di depan shaf jamaah perempuan, agar ketika ada ceramah, jamaah perempuan bisa melihat langsung wajah penceramah dari LCD tersebut. Di luar masjid terdapat miniatur kabah untuk simulasi haji. Dan juga ada kolam ikan. Arsitektur masjid ini sangat megah dan terdapat banyak ukiran. Masih di dalam halaman masjid, terdapat beberapa bangunan seperti toko yang khusus menjual barang-barang muslim, mobil ambulans, poliklinik, aula, perpustakaan, serta koperasi.

3. Masjid Istiqlal, Jakarta
Masjid Istiqlal buka 24 jam ketika bulan Ramadhan. Masjid istiqlal merupakan masjid nasional yang wajib dikunjungi ketika kita jalan-jalan ke Jakarta. Apa yang istimewa di masjid ini? Masjid Istiqlal adalah masjid yang diprakarsai oleh presiden Soekarno. Maka tak heran kalau rata-rata kegiatan ibadah para pejabat pada saat hari-hari besar dilakukan di masjid Istiqlal. Di masjid ini terdapat perpustakaan, aula, poliklinik, kantor sekretariat, lift bagi penyandang cacat, tempat penitipan sandal dan tempat penitipan barang, tempat wudhu serta kamar mandi yang luas dan banyak. Masjid ini merupakan masjid yang megah, juga merupakan tempat silahturahim muslim Indonesia maupun mancanegara. Dari masjid ini kita juga bisa melihat monas.


4. Masjid Atta'awun Bogor 
Pemandangan di samping masjid Atta'awun Bogor
Masjid Atta'awun terletak di Puncak, Bogor. Masjid ini merangkap sebagai tempat ibadah sekaligus tempat wisata. Setiap hari pengunjung masjid selalu ramai, apalagi di sore hari. Di depan masjid view kebun teh dan perbukitan. Di belakang masjid terdapat sungai yang jernih. Di halaman masjid terdapat taman-taman kecil dan kolam ikan. Di halaman masjid bagian depan sebelum pos penjaga, terdapat banyak jajanan kuliner serta souvenir khas bogor. Masjid ini benar-benar menarik wisatawan untuk singgah dan betah. Sebelum memasuki masjid, kita akan melangkahkan kaki kita di siring kecil dengan air yang jernih yang sengaja dibuat agar kaki pengunjung bersih saat memasuki masjid. Siring kecil tersebut merupakan pembatas antara masjid bagian dalam dengan halaman masjid. Fasilitas disini juga sudah sangat bagus, ada ruang-ruang tertentu untuk pengurus masjid/sekretariat, ruang aula, ruang belajar, toko, koperasi, perpustakaan, dan juga tempat parkir.


Siapapun kita, apapun jabatan kita, seberapa pendosa kita.. ketika masuk masjid, maka kita adalah sama. Sama-sama hamba Allah yang mengharapkan keridhoan-Nya.

Tidak ada komentar