Kredit atau Cash ya?

investinblockchain.com
 "Spring Bed ini bagus loh buk" Aku menunjuk ke gambar spring bed di sebuah halaman brosur.
"Iya, bagus ya"
"Silakan di pesan buk, bisa kredit atau cash.. "
"ini nomor berapa ya dik?"
Aku terdiam, nomor berapa ya? Wah, aku jualan tapi gak tau jenis-jenis barangnya.
"nomor berapa ya?" aku juga bertanya sendiri
"kayaknya ini nomor 2 dik" Jawab ibu itu.
Aku mengangguk, tapi wajahku terlihat ragu.

Itulah sepenggal kisahku waktu pernah ikut-ikutan jadi sales marketing perabot rumah tangga sewaktu masih kuliah dulu. Kita mulai jam 8 pagi dan pulangnya sore. Diantar mobil masuk ke kampung-kampung, terus kita keliling ke rumah-rumah warga, door to door untuk menawarkan barang dengan menggunakan brosur. Sebagian tertarik, sebagian tidak. Alasan mereka simpel: tak ada uang. Penawaran kita juga simpel: gak ada uang bisa kredit. Sayangnya terkadang untuk bayar DP aja susah memang..hehe.
Nah, kebanyakan korban kita adalah emak-emak sang bendahara rumah tangga. Yang memang terkadang butuh membeli isi rumah secara kredit agar keuangan rumah tangga tetap stabil. Tapi aku gak lama jadi sales, karena kurang berbakat. Ya itu tadi, terkadang aku terlalu cuek untuk memahami dan menjual barang-barang.

Menurutku, membeli barang dengan cara cash adalah yang terbaik. Karena kita gak akan mikirin lagi angsuran kedepannya. Namun, ketika kita begitu butuh akan barang tersebut dan belum ada uang, solusi terbaiknya adalah dengan melakukan kredit.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika akan membeli barang dengan sistem kredit ataupun cash,

1. Termasuk kebutuhan atau keinginan?
Coba cek beberapa barang yang akan dibeli, apakah memang sangat butuh? Atau sekedar keinginan saja. Aku pernah sangat membutuhkan motor untuk kelancaran pekerjaanku, soalnya kalau naik ojek tiap hari mahal dan tidak sesuai dengan pendapatanku. Akhirnya aku membeli motor dengan sistem kredit selama 2 tahun. Susah memang untuk bayar bulanannya, karena gajiku sangat kecil. Tapi karena benar-benar butuh, akhirnya aku membelinya. Aku memang harus membelinya. Walaupun akhirnya aku harus mencari pekerjaan tambahan untuk membayar angsuran, namun setelah 2 tahun motor tersebut menjadi hak milikku. 

2. Layak dibayar kredit atau cash? Cek besaran bunganya
Ada beberapa barang yang lebih baik kita bayar cash jika dengan kredit malah lebih memberatkan atau jauh lebih mahal. Misalnya, kita ingin membeli blender. Jika cash harganya 500 ribu, sementara kalo kredit harganya jadi 800 ribu dan dibayar selama 1 tahun. Wah, lebih baik beli cash deh, kumpulin aja dulu uangnya. Jangan lupa pahami fungsi blender bagimu, misalnya untuk menggiling cabe, kamu masih bisa pake batu giling dulu sebelum membeli blender.

3. Barang Tak bergerak
Barang tak bergerak adalah barang yang susah untuk dipindahkan dan semakin lama harganya bisa naik, contohnya rumah dan tanah. Nah, karena harganya akan semakin tinggi, maka akan lebih baik jika dibeli kredit. Dan menurutku kredit tanah lebih baik daripada kredit rumah. Kenapa? Aku sering memperhatikan teman-temanku yang terpaksa merehab ulang rumah mereka setelah mengambil perumahan dikarenakan kualitas yang kurang baik. Alhasil, keluar biaya lagi. Selain itu, kredit rumah juga membutuhkan waktu yang lama dalam pelunasannya. Jika kita hanya mengkredit tanah, suatu saat kita bisa membuat rumah dengan denah dan material yang kita inginkan. Bisa juga dijadikan investasi. Misalnya kita punya kelebihan uang, tapi gak mampu beli barang tak bergerak secara cash. Kita bisa membelinya secara kredit untuk investasi atau sebagai tabungan masa depan karena otomatis harganya bakal terus naik.

4. Barang bergerak 
Barang bergerak adalah barang yang bisa dipindahkan, contohnya tv, handphone, emas, perabot rumah tangga, dsb. Barang bergerak yang jika dijual kembali nilainya tinggi adalah perhiasan/ emas. Selebihnya, barang-barang lain seperti elektronik atau perabot memiliki penurunan harga ketika dijual kembali. Jadi lebih baik dibeli dengan cash.

5.  Cek pemasukan dan sisa uang
Jika pemasukanmu besar, dan harga barang sesuai dengan pemasukanmu, lebih baik beli cash. Cek juga sisa uangmu jika membeli barang tersebut. Apakah masih berlebih atau justru akan memberatkanmu kedepannya. Menyesuaikan dengan pemasukan sangat penting ketika kita ingin menentukan pembelian barang secara kredit atau cash.

6. Amati pajak dan perawatan barang
Apakah barang yang dibeli mewajibkan untuk membayar pajak? semisal mobil yang harus dibayar pajaknya tiap tahun. Dan juga berapa biaya perawatannya? itu perlu kita pertimbangkan dan disesuaikan dengan kemampuan.

7. Sesuaikan dengan kemampuan, bukan untuk gengsi
Lihat tetangga beli mobil? ah, biarin aja. Kalo kita belum mampu beli mobil, tidak usah dipaksakan sampai harus mengeluarkan biaya besar yang tidak sesuai dengan kemampuan kita. Belilah karena butuh, bukan karena gengsi.

Sebenarnya, membeli barang terbaik adalah membeli barang yang bisa digunakan untuk investasi. Tak mengapa rumah kita tidak mewah, tak punya kendaraan mewah, atau gaya hidup yang mewah. Karena menurutku hal itu tidak penting, hanya untuk panjat sosial. Jika kita berpikir ke depan, kita pasti akan memilih investasi karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.



Tidak ada komentar