Dari Nokia 1600 sampe Xiaomi Redmi 4, Maka Nikmat Tuhan yang Manakah yang akan Kau Dustakan?

sahibinden.com

Kupikir perkembangan teknologi semakin pesat, ketika aku flashback ke masa lalu, zaman masih SD. Anak 90an pasti paham, main adalah main. Maksudnya, kalo lagi main, ya benar-benar main di lapangan. Main petak umpet, main tanah, main masak-masak, main boneka, main gundu, dan berbagai macam permainan lain yang agak sulit kita temukan pada masa sekarang yang kebanyakan anak-anaknya malah lebih senang berjam-jam main game di hp.
Dulu waktu aku masih kelas 5 SD, ada beberapa temanku yang udah punya hp. Tapi kamu tahulah, kalo zaman dulu (sekitar tahun 2000) fungsi hp lebih ke komunikasi pengganti surat. Kalopun ada game, paling game snakes atau space impact.
Beranjak SMP, mulai kelas 2 (sekitar tahun 2003), aku baru tahu kalo hp udah bisa motret. Sampe-sampe kita pernah ditipu sama teman yang punya hp. Katanya hapenya bisa lihat tembus pandang. Waktu lagi ngumpul-ngumpul, temen itu datang sambil merekam kita. Kita langsung terbirit-birit lari dan bubar karena takut aset paling berharga kelihatan. Duh bodohnya aku jaman dulu..haha
Begitupun waktu SMA, teman-temanku udah banyak yang punya hp, mereka sering main game. Game di hp pun bertambah, aku cuma bisa jadi pengamat. Karena aku gak punya hp.
Tahun 2000an, hp yang paling laris manis adalah merk Nokia. Semua yang teman-temanku pake dari jaman SD sampai SMA, rata-rata adalah hp Nokia. Nokia emang best pada zaman itu.
Hp Nokia tahun 2000an. Sumber: idntimes.com

Aku baru memiliki hp pada waktu kuliah. Itupun gegara aku kuliahnya di Kota Bengkulu. Biar bisa menghubungi keluarga maksudnya, karena aku tinggal di kota Curup; 2 jam perjalanan ke kota Bengkulu.
Hp pertamaku adalah hp Nokia 1600, tak ada kamera, hanya bisa sms dan call serta ada game liga sepakbola. Belum setahun, hp ini hilang dicuri orang waktu aku tidur di asrama dengan jendela terbuka.
Karena hilang, Akhirnya aku dibelikan hp lagi sama ortu. Hp Nokia 1650. Yang aku pake selama 5 tahun dari tahun 2010 sampe 2014. 
Aku dan Hp Nokia 1650 (2014)
Dari tahun ke tahun, aku tidak mengganti hp, dikarenakan aku tak punya uang untuk membeli hp baru dan juga aku sudah merasa cukup dengan hp Nokia ku. Begitupun dengan nomor hp, aku tak pernah mengganti nomorku. Aku tak pernah menggunakan blackberry dan hp keren lainnya. Sudah bisa sms dan call aja aku udah senang. Sampai pada tahun 2014 akhir, hapeku mulai error. Saat itu kebetulan gajiku sudah lumayan untuk membeli hp baru. Akhirnya Nokia 1650 ku pensiun diganti dengan Oppo Joy R1001.
sumber: joanphilocasting.com
Akhir 2014, perdana aku punya hp Android dan alhamdulillah beli dengan uang sendiri. Nah dari hape Oppo ini aku mulai kenal BBM dan instagram. Aplikasi game aku hapus karena kalau udah nge-game aku sering lupa waktu. Berkat beli hp android, aku jadi tahu kalo ada kamera 360 yang bisa bikin wajah mulus 😂 dan aku juga sering download musik karena salah satu hobiku adalah mendengarkan musik.
Akhir 2016, pertama kalinya aku mengunduh aplikasi WA. Ketinggalan memang. wkwk
Aku mengunduh aplikasi hanya jika sesuai dengan kebutuhan. Saat itu aku memang perlu komunikasi dengan WA karena ada beberapa rencana yang perlu dikomunikasikan hanya via WA.
Saat itu aku sedang tinggal di Jakarta, liburan sambil belajar. Hingga pada awal tahun 2017, aku pergi ke arah Kalibata, Jakarta Selatan untuk menjenguk teman yang lagi sakit.
Hampir mendekati rumah teman, rupanya jalanku terhalang banjir dan herannya banjir tersebut dijadikan tontonan yang ramai. Pas ditanya sama warga sekitar, rupanya daerah di sana emang udah biasa banjir. Ojol yang kutumpangi gak mau ngantar melewati lokasi banjir, akhirnya aku berinisiatif jalan kaki.

Banjir di Jaksel
Akupun mulai melepas kaos kaki dan sandal, menaikkan rok, untuk bersiap melewati banjir. Pada saat itu hpku sedang kupegang. Karena melepas kaos kaki, hp kuletakkan di atas jok motor orang lain. Dari ujung jalan, temanku yang lain sudah menunggu. Kita terpisah banjir sekitar 50 meter. Akupun langsung cabut melewati banjir untuk segera menemui temanku itu. Dan aku melupakan hapeku..
Sampai di ujung banjir, aku baru ingat kalau hpku ketinggalan. Akupun langsung mengajak temanku untuk kembali lagi mencari hp. Tapi hasilnya sia-sia. Dan aku kehilangan hpku untuk kedua kalinya.😅
Next, setelah seminggu gak pegang hp, aku ganti hp lagi. Kali ini hp Xiaomi Redmi 4 yang kubeli di ITC BSD Tangerang Selatan. Hp termahal yang pernah kubeli dibandingkan sebelumnya dengan RAM 3GB dan memori 32GB, karena saat itu kebutuhanku akan memori hp lebih banyak. Maka sampai sekarang aku masih menggunakan hp ini untuk berkomunikasi.
Hp ku 2017-sekarang, Xiaomi Redmi 4
Bagiku, membeli hp adalah sesuai kebutuhan. Aku tak suka mengganti Hp kecuali kalo sudah tidak layak pakai lagi. Begitupun dengan nomor hp, aku gak pernah ganti kecuali kalo nomornya ilang dan aku gak sempat mengurusnya.
Zaman sekarang, banyak yang pengen beli hp keren dengan cara kredit. Seperti beli iphone dan hp keren lainnya. Namun yang perlu dipertimbangkan adalah, seberapa butuh kamu akan hp tersebut? Seberapa cukup pengeluaranmu? Sebab harga hp selalu mengalami penurunan.

Baca juga: Kredit atau Cash ya? 

Dulu aku pernah iri sama teman-temanku yang dibelikan hp bagus oleh ortunya. Kalau sekarang, aku justru bangga bisa beli sendiri walaupun mungkin hapeku bukanlah hp yang terlalu keren.
Jadi, merk hp apapun yang kamu pake, janganlah kamu malu jika menurutmu tidak keren. Asalkan sesuai kebutuhanmu, mengapa tidak kan. Sebab jika kita melihat ke atas, rasanya memang tak akan pernah cukup. Coba lihat orang-orang kampung yang daerahnya belum tersentuh sinyal hp, mereka tetap bahagia kok walaupun gak pernah menunjukkan kebahagiaannya lewat fb atau instagram. Orang-orang yang tidak memakai hp menurutku malah lebih bahagia ketimbang orang yang memakai hp dan terlalu sering mengecek sosial media.

Intinya, pakailah barang sesuai kebutuhan, bukan keinginan atau gengsi. Alhamdulillah, inshaAllah lebih tenang.
Kalo kalian, pernah pake hp apa aja?

Tidak ada komentar