Perjalanan ke Gunung Kerinci (3805 Mdpl)


Assalamualaikum para bocah petualang!

Aku mau sedikit berbagi tentang perjalanan dan pengalamanku mendaki Gunung Kerinci beberapa tahun yang lalu. Pendakian ini kita mulai pada tanggal 30 Desember 2015, sebelum tahun baru.
Awalnya, aku bersama sahabat-sahabatku para pemuda tangguh, berkumpul di Bangkinang Riau. Dari Bangkinang, kita naik mobil sampai ke Kerinci Jambi. 15 orang pemuda mendaki Gunung Kerinci untuk menikmati malam pergantian tahun baru, begitu temanya..hihi
Pertama kali diajak teman, aku ragu untuk melakukan pendakian, takut gak nyampe..hehe
Soalnya Gunung Kerinci adalah gunung tertinggi di pulau Sumatera, atap Sumatera. Gunung Kerinci juga merupakan gunung aktif.
Untuk pendakian Gunung Kerinci sendiri ada 2 jalur, yaitu lewat Solok dan lewat Kersik Tuo. Dan teman-temanku memilih untuk lewat Desa Kersik Tuo.

Berikut tahap-tahap perjalanan dan pendakian di Gunung Kerinci via Kersik Tuo,

1. Simpang Tugu Macan

Simpang Tugu Macan terletak di Desa Kersik Tuo Kecamatan Kayu Aro Kabupaten Kerinci, merupakan pintu masuk awal ke Gunung Kerinci, dari sini kamu akan melihat hamparan kebun teh yang luas dan cantik serta kokohnya Gunung Kerinci.

2. Pos R10

Setelah masuk ke Simpang Tugu Macan, nanti akan ketemu gerbang. Pos R10 terletak di sebelah kanan setelah pintu gerbang Gunung Kerinci. Di pos ini para pendaki mendaftar dan mengambil surat izin masuk kawasan konservasi jika mau mendaki Gunung Kerinci.


3. Pintu Rimba (1800 Mdpl)

Dari pos R10, sekitar 2 km kita akan menemukan pintu rimba. Jalanan sebelum pintu rimba masih mulus dari aspal dengan pemandangan perkebunan teh dan sayur-sayuran. Setelah hampir memasuki pintu rimba kita berhenti karena mobil tak bisa masuk ke jalan ini. Nah, di sini kita bersiap-siap untuk mendaki. Mengganti pakaian, memeriksa logistik, serta membawa apa saja yang perlu dipersiapkan untuk pendakian. Pukul 15.35 WIB kita mulai mendaki melewati pintu rimba. Jalan masih landai dari pintu rimba ke Bangku Panjang, ada beberapa pohon tumbang yang menghalangi jalan, tapi itu tidak menjadi masalah.

4. Pos 1 Bangku Panjang (1890 Mdpl)


Memasuki hutan hujan yang segar dan menyejukkan, pukul 16.03 WIB kita sampai ke Bangku Panjang.

5. Pos 2 Batu Lumut (2010 Mdpl)

Hampir 1 jam kemudian, pukul 16.51 kita sampai ke Batu Lumut. Jalanan masih sama, landai.

6. Pos 3 Pondok Panorama (2.225 Mdpl)

Pukul 18.04 WIB kita tiba di Pos 3 Pondok Panorama. Karena hampir malam, kita mendirikan tenda di pos ini. Tidak jauh dari pos 3, sebelah kiri terdapat sungai dan mata air, kita bisa mengambil air dari sana untuk persiapan pendakian. Udara di malam hari sangat dingin, seusai masak dan makan bersama, karena lelah, kita lebih banyak menghabiskan waktu di tenda, kemudian tidur.
Paginya, kita langsung siap-siap mandi di sungai, masak, sarapan, beresin tenda, bakar sampah, dan...otw shelter 1..yayy..😜

7. Shelter I (2.505 Mdpl)
Pukul 10.00 pagi, kita langsung berangkat dari pos 3 menuju Shelter I. Nah, inilah permulaan perjalanan Gunung Kerinci yang sebenarnya. Jalur lebih menanjak daripada sebelumnya. Sambil mendaki, kita juga banyak berpapasan dan berkenalan dengan pendaki lain dari berbagai daerah. Perjalanan menuju shelter I banyak terdapat pohon-pohon dan akar besar.

Akhirnya, pukul 11.32 kita sampai ke shelter I. Lokasi shelter I lumayan luas. Lagi, teman yang cowok-cowok mulai memasak. Ceritanya kita yang cewek jarang masak, kebanyakan teman-teman cowok yang menyiapkan makan.hehe. Diantara personil kita ada teman yang pernah bekerja di rumah makan dan lebih berpengalaman. Kayaknya itu alasan yang tepat.😅
Setengah jam beristirahat di shelter I, kita lanjut perjalanan menuju shelter II.



8. Shelter II (3056 Mdpl)
Karena dikelompok kita ada cewek-cewek, kita jalannya santai. Medan menuju shelter II semakin menanjak dan banyak jalanan seperti siring-siring. Belakangan aku baru tahu kenapa jalannya seperti itu, dikarenakan saat hujan jalan ini adalah tempat aliran air. Yang aku salutkan, diperjalanan kita bertemu anak-anak kecil dan balita yang ikutan mendaki, diajak oleh orang tuanya. Dan ada juga emak-emak yang ikutan naik berdua saja bersama temannya. Pas kita tanya, "Kok mau buk?". Mereka bilang, "Penasaran, kita orang sini tapi belum pernah naik". hihi..
Pukul 17.09 WIB kita tiba di shelter II, alhamdulillah..
Di shelter II, sudah kelihatan seperti negeri di atas awan. Kita menikmati senja di sini sambil beristirahat makan. Udara sore mulai terasa sangat dingin. Aku tepar di pos, sementara beberapa temanku menungguiku. Aku baru ingat kalau sebenarnya aku tak tahan terlalu dingin, karena sakit paru-paru. Semakin aku diam, terasa semakin dingin. Rupanya kalau di udara dingin seperti ini, bergerak lebih baik.

9. Shelter III (3.351 Mdpl)
Usai Magrib di shelter II, kita lanjut jalan menuju shelter III. Jalan shelter III gelap, kemiringan yang sangat curam dan banyak lorong-lorongnya, serta siring-siring sebagai jalur air kalau hujan. Ada beberapa medan yang kita harus memanjat tebing, akar, dan pohon-pohon. Apalagi saat itu hari mulai gelap. Aku berada di barisan terakhir saat itu, karena tubuhku mulai lemah dan sedikit aneh. Tepat di pertengahan perjalanan menuju shelter III, kita menghangatkan tubuh, memasak air dan mie di tengah jalan yang gelap sambil melihat bintang-bintang. Hmm.. malam tahun baru yang indah dengan langit yang cerah. 
Kupikir aku akan pingsan karena kedinginan. Tapi ternyata di ujung lorong dekat kami beristirahat, seorang temanku sudah terbujur kaku tak berdaya.
Kami semua panik, temanku itu sudah seperti orang yang mau meregang nyawa. Tubuhnya benar-benar kaku dan dingin. Teman-temanku segera menggosok-gosok tubuh temanku itu, lama, masih dingin, dan belum juga sadar. Matanya seperti orang yang kesurupan. Aku bingung, apakah temanku ini kesurupan, apakah di sini banyak jin usil?
Sudah setengah jam lewat, tubuh temanku masih terbujur kaku, matanya membelalak ke atas, bibirnya komat-kamit. Beberapa teman yang lain mulai menangis sambil terus menggosok-gosok tubuhnya dengan balsem dan minyak angin. Sementara teman yang lain segera mencari bantuan ke shelter 3. Setelah satu jam, akhirnya temanku itu mulai sadar dan pulih seperti sedia kala. Kami lama di sini karena kejadian ini.
Hipotermia, itulah yang dialami oleh temanku tadi. Hipotermia bisa menyebabkan kematian jika lama tertolong dan alhamdulillah temanku masih selamat. Sebelumnya temanku itu beristirahat tertidur di lorong jalan di udara yang sangat dingin. Ternyata suhu tubuhnya tak mampu melawan udara dingin sehingga menyebabkan hipotermia. Saran untuk teman-teman pendaki, jangan coba-coba berdiam tak bergerak di udara dingin yang terbuka, karena akan terasa semakin dingin dan kaku. Lebih baik bergerak dan mencari kegiatan.
Setelah kejadian itu, kami mengambil keputusan untuk terus mendaki sampai ke shelter III. Karena jaraknya tidak jauh lagi. Temanku yang terkena hipotermia tadi berjalan duluan bersama pengawas pos. Rupanya dia langsung sembuh.😂

Pukul 00.00 WIB.. 
Terdengar suara letusan kembang api, malam tahun baru. Kita sampai di shelter III. Jangan ditanya berapa kali kita memanjat, sudah tidak terhitung. Pemandangan langit yang cantik dengan kembang api, terdapat banyak tenda disini karena ini pos terakhir dimana pendirian tenda terakhir juga disini. Perjalanan kami disambut angin badai yang kencang. Teman-temanku segera menolong kami berjalan, takut tertiup angin..haha. Anginnya sangat kencang, tapi alhamdulillah kita tiba ditempat dimana kita akan mendirikan tenda.
Esoknya...
Welcome to... Negeri di Atas Awan...😍
Dari sini kita bisa melihat dengan jelas 3 Provinsi, Jambi, Sumbar, Bengkulu, serta Samudera Hindia. Pemandangan yang tak kalah indah, Danau Gunung Tujuh di seberang Gunung Kerinci, salah satu danau tertinggi di Indonesia yang dikelilingi tujuh gunung.
Seharian kita istirahat di sini dan memutuskan untuk menginap semalam lagi untuk melihat sunrise dari puncak.

Paginya pukul 04.00 WIB 
Kita berencana menuju top Gunung kerinci, dari atas kelihatan kelap kelip lampu perumahan warga. Sangat indah. Perjalanan ke top sangat curam, dengan batu-batu besar, kerikil, dan tanah pasir yang licin. Diperjalanan, matahari mulai kelihatan...
Sunrise dari Gunung Kerinci
Dengan tertatih-tatih, pukul 06.00 WIB kita tiba di Tugu Yudha.
Perjalanan kita stop di Tugu Yudha, karena tiba-tiba asap belerang dari puncak muncul dan memenuhi udara di sekitar Tugu Yudha. Lama menunggu, asapnya tak kunjung pergi yang ada malah semakin tebal. Akhirnya kita memutuskan untuk menyelesaikan perjalanan, turun kembali.
Pemandangan sekitar Tugu Yudha
Ada pelangi juga..hehe

Siap-siap buat sarapan..
Bunga Edelweis

Teman-teman Pemuda Kemenpora
2 Januari 2016, Pukul 10.58, pulang...
Kita tiba di bawah udah malam, hujan lebat dari mulai kita turun sampai ke pintu rimba. Akhirnya kita menginap di Masjid.
Besoknya,
Balas dendam, makan enak
Ketika di gunung, kita cuman makan mie, nasi keras, nugget, dan sarden. Pas udah di bawah ketemu sama lalapan petai dan kawan-kawannya, ayam dan ikan bakar. Serta teh hangat. Alhamdulillah, terima kasih atas semua nikmat-Mu..dari ini kami belajar bersyukur..

Di perjalanan pulang, mandi dulu di Pantai Carocok Painan Sumbar
Jajan es krim di kawasan Jam Gadang

Shopping2..
Senja di kelok 9 Sumbar
Gimana bolang? Mau coba?? 😊😋😜





15 komentar

  1. Wuih, itu asik banget yah. Apalagi zaman sekarang langsung nyebar fotonya. Kalo dulu zaman saya. Kodak susah, cuci foto lamaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhh.. iya mbak,, fotonya dibanyakin biar jd kenangan..😄

      Hapus
  2. Masya Allah..kereen beud mbak aqooh yg sikok nih..pertengahan ini kekerinci yuk mbak?😁😀

    BalasHapus
  3. wah.. mantap banget mbak, pengen deh kesana, ajak ajak dong mbak lain kali kalo mau traveling hihi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh,, nanti kalo Julia traveling ajak mbak jg y.. hehe

      Hapus
  4. keren-keren banget, perjalanan mbak nia yang muda yang semangat keep spirit buat yang lain sesuatu yang positif karena petualangan sepereti ini akan membentuk kepribadian sesorang pengalaman berharga adalah guru terbaik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ya,, berhubung masih muda,, jalan aj. Nanti kalo udh umur, agak susah n kekuatan qt jg berkurang..😊

      Hapus
  5. Kereen perjalanannya mba Nia, bisa jadi referensi kalo mau mendaki Kerinci.. 😍😍

    BalasHapus
  6. MaasyaAllah keren mbk,,, jadi rindu ndaki lagi,, hmmm

    BalasHapus
  7. Aaa . Keren bangett. .Aku mau jugaaaa.. Hohoo

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereb banget next time bakal ksitu deh kalau liburan

      Hapus